Jenis Air Mata
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa air mata bisa keluar bahkan jika Anda tidak sedih? Menangis paling sering dikaitkan dengan ekspresi perasaan, terutama yang berduka, tapi air mata sebenarnya bisa menetes jauh dari emosi yang kita rasakan.
Dilansir dari medicaldaily.com, Alex Glender menjelaskan dalam video TED Ed bahwa air mata bisa dikelompokkan menjadi tiga klasifikasi, yaitu air mata basal, refleks, dan emosional.
Air mata basalt
Di setiap detik, mata benar-benar terus menghasilkan cairan pelumas-aktivitas di luar kesadaran Anda.
Kelenjar lakrimal, biasa disebut kelenjar air mata dan terletak di bagian atas mata bagian atas, terus-menerus menghasilkan cairan antibakteri kaya protein yang kemudian mengalir dari tepi luar bola mata ke kornea untuk melumasi seluruh permukaan mata masing-masing. Saat Anda berkedip. Cairan yang secara alami terus ada di mata untuk melumasi, melindungi, dan memberi asupan gizi di mata disebut air mata basal.
Refleks air mata
Air mata refleks, seperti namanya, muncul sebagai respons alami mata untuk melindungi dirinya dari benda asing yang memengaruhinya. Zat atau partikel berbahaya bagi mata, seperti debu, pasir, asap, sabun, dan bahkan angin, mengiritasi mata dan memicu produksi air mata yang berlebihan dalam usaha untuk menyingkirkan iritasi dan melumasi kembali permukaan mata.
Air mata ini menetes saat Anda mengupas bawang merah, karena gas reaksi kimia saat bawang dikupas atau dipotong akan mengiritasi hidung dan mata.
Air mata emosional
Air mata ketiga sangat berbeda bila dibandingkan dengan dua jenis air mata sebelumnya. Air mata emosional adalah air mata yang dihasilkan sebagai bagian dari ekspresi emosi.
Air mata ini tidak hanya mengandung protein, tapi juga hormon stres tingkat tinggi, yang diproduksi saat otak mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh sehingga Anda mengalami gejolak emosional.
Air mata emosional ini menetes saat Anda sedih, tersentuh, tertawa, dan bahkan sangat bersemangat.
Air mata yang diinduksi emosi mengandung lebih banyak protein prolaktin dan hormon, seperti hormon stres ACTH dan hormon penghilang rasa sakit yang encephaline. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. William H. Frey II, seorang ahli biokimia dan sutradara di Psychiatry Research Laboratories di St. Louis. Paul-Ramsey Medical Center, menangis sekaligus menghembuskan napas, berkeringat, dan kencing, proses sekresi yang menghilangkan racun dari dalam tubuh.
Saat menghadapi situasi stres, reaksi kimia terjadi di tubuh yang menghasilkan zat berbahaya, dan seiring waktu, toksin ini bisa mengancam kesehatan Anda.
Jadi, dengan menangis, Anda membiarkan tubuh menyucikan dirinya sendiri dan mengembalikan keseimbangan hormonal, yang kemudian membuat Anda merasa lebih baik.
2. Bunuh bakteri
Air mata mengandung lisozim, cairan yang ditemukan di air susu ibu, air liur, lendir, dan air mani (sperma), dan yang bekerja efektif melawan bakteri dalam waktu singkat.
Lysozyme dapat membunuh 90 sampai 95% bakteri yang ada di mata dan wajah dengan memecah dinding bakteri hanya dalam lima sampai 10 menit.
Air mata juga mengalir dari kelenjar air mata ke rongga hidung dan bercampur dengan lendir hidung, yang kemudian sering disebut sebagai ingus. Campuran air mata dan lendir ini membersihkan bagian dalam hidung dan juga menjaga kelembabannya.
Air mata bahkan diyakini melindungi Anda dari bahaya antraks berkat kandungan antimikroba yang kuat, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food Microbiology pada tahun 2011.
3. Tingkatkan penglihatan
Lysozyme, yang bersifat antibakteri dan antivirus, dan glukosa terkandung dalam air mata berperan dalam menjaga kesehatan permukaan mata dan bagian dalam kelopak mata. Salah satu fungsi utama air mata adalah untuk melumasi permukaan bola mata dan menghidrasi selaput lendir yang ada disekitarnya. Jadi, tanpa air mata yang cukup, Anda mungkin mengalami masalah penglihatan karena dehidrasi pada mata.
Karena itu, sering berkedip untuk menghasilkan lebih banyak air mata jika penglihatanmu kabur dan mata terasa kering dan jengkel.
4. Meringankan stres
Meskipun air mata tidak bisa mengubah situasi yang ada, menangis bisa memberi Anda kelegaan dan pikiran batin. Dr. William H. Frey II mengadakan studi di mana para peserta diminta menonton film sedih, dan melaporkan bahwa manusia merasa lebih baik setelah menangis karena air mata menghilangkan zat yang menumpuk akibat stres.
Menangis adalah cara yang lebih sehat untuk menyalurkan perasaan negatif seperti stres, kesedihan, dan frustrasi, daripada dengan beralih ke kekerasan atau mengubur perasaan secara mendalam.
Menangis adalah cara yang aman dan efektif untuk mengatasi stres dan pikiran batin, sambil meninju dinding atau menyangkal perasaan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti sakit kepala atau tekanan darah tinggi.

No comments:
Post a Comment